Berita terbaru Podomoro Park Bandung

Alstonia Scholaris

Alstonia scholaris adalah pohon tropis hijau abadi yang berasal dari kawasan Asia Selatan, Asia Tenggara, hingga Australia utara. Pohon ini dikenal dengan berbagai nama seperti blackboard tree, devil’s tree, milkwood, dan scholar tree. Di Indonesia, tanaman ini lebih populer dengan nama pohon pulai.

Tanaman ini termasuk dalam keluarga Apocynaceae, yaitu keluarga tanaman yang sama dengan kamboja. Salah satu ciri khasnya adalah aroma bunganya yang sangat harum terutama pada malam hari, sehingga mudah dikenali ketika sedang berbunga. 

Karakteristik Pohon

Alstonia scholaris merupakan pohon berukuran besar yang dapat tumbuh hingga sekitar 40 meter, bahkan dalam kondisi tertentu bisa lebih tinggi. Batangnya lurus dengan kulit berwarna abu-abu pucat dan memiliki getah putih seperti susu ketika dilukai atau dipotong. 

Daunnya berwarna hijau tua mengilap pada bagian atas dan lebih pucat di bagian bawah. Susunan daun biasanya melingkar pada satu titik batang, sehingga terlihat unik dan rapi.

Bunganya berukuran kecil dengan warna putih kehijauan atau krem, tumbuh bergerombol di ujung ranting, serta mengeluarkan aroma yang kuat dan khas. Banyak orang menyukai harum bunganya karena identik dengan suasana musim hujan atau pergantian musim, meskipun sebagian orang merasa aromanya terlalu menyengat. 

Buahnya berbentuk polong panjang berisi biji kecil yang memiliki serabut halus sehingga mudah terbawa angin.

Persebaran dan Habitat

Pohon ini tumbuh alami di berbagai negara tropis seperti:

- India
- Nepal
- Sri Lanka
- Thailand
- Vietnam
- Indonesia
- Malaysia
- Filipina
- Papua Nugini
- Australia bagian utara

Alstonia scholaris dapat hidup di berbagai jenis habitat mulai dari hutan hujan tropis, savana, hingga area perkotaan. Pohon ini juga cukup tahan terhadap kondisi panas dan sering digunakan sebagai pohon peneduh di jalan raya atau taman kota. 

Manfaat Alstonia scholaris
1. Tanaman Peneduh dan Penghijauan
Karena ukurannya besar dan rindang, pohon pulai sering digunakan sebagai tanaman penghijauan di kawasan perkotaan, sekolah, taman, dan pinggir jalan.

2. Bahan Kayu
Kayunya ringan dan mudah diolah. Dahulu, kayu pohon ini digunakan untuk membuat papan tulis di Myanmar, yang menjadi asal nama “scholaris” atau “blackboard tree”. Selain itu, kayunya juga dimanfaatkan untuk:

- Peti kayu
- Pensil
- Kerajinan ringan
- Peralatan rumah tangga sederhana 

3. Pengobatan Tradisional
Kulit batang dan beberapa bagian tanaman digunakan dalam pengobatan tradisional Asia untuk mengatasi gangguan pencernaan, demam, dan beberapa keluhan kesehatan lainnya. Namun tanaman ini juga diketahui memiliki kandungan alkaloid tertentu yang bersifat toksik jika digunakan berlebihan. 

Fakta Menarik

Di India, pohon ini dikenal dengan nama Saptaparni dan memiliki nilai budaya serta spiritual yang tinggi. Daunnya bahkan digunakan dalam tradisi akademik di Visva-Bharati University yang didirikan oleh Rabindranath Tagore. 

Di Vietnam, bunga pohon ini disebut hoa sữa atau “milk flower” dan sering dikaitkan dengan puisi, musik, serta suasana romantis musim gugur di Hanoi. 
Selain itu, aroma bunganya sangat terkenal di berbagai negara Asia. Banyak pengguna internet menggambarkan wanginya sebagai harum khas malam hari yang kuat dan mudah dikenali. 

Kesimpulan

Alstonia scholaris merupakan pohon tropis yang memiliki kombinasi antara keindahan, manfaat, dan nilai budaya. Dengan daun hijau mengilap, bunga harum, serta ukuran pohon yang besar dan rindang, tanaman ini menjadi salah satu pohon favorit untuk penghijauan di wilayah tropis.

Meski memiliki manfaat tradisional dan nilai estetika tinggi, penggunaan bagian tanaman untuk pengobatan tetap perlu dilakukan dengan hati-hati karena beberapa kandungannya bersifat toksik. Hingga kini, pohon pulai tetap dikenal sebagai salah satu pohon khas Asia yang memiliki aroma bunga paling ikonik.

Source : Wikipedia

Whatsapp icon Mail Icon