BACK TO NEWS
Dulu orang membeli rumah untuk ditinggali. Kini semakin banyak yang membeli rumah untuk disewakan. Properti pelan-pelan kembali dipandang bukan hanya sebagai kebutuhan primer, melainkan juga sebagai instrumen yang bisa bekerja menghasilkan pendapatan.
Data terbaru tahun 2026 menunjukkan arah perubahan itu cukup jelas. Artikel Propnexplus.com pada bulan Maret 2026 menyebutkan bahwa data Rumah123 mencatat permintaan rumah sewa melonjak hingga 65,5 persen, jauh melampaui pertumbuhan permintaan rumah dijual yang hanya sekitar 13,8 persen. Angka tersebut memberi satu pesan sederhana: pasar sewa rumah di Indonesia sedang berkembang cepat, dan peluang di dalamnya ikut membesar.
Terdapat beberapa alasan mengapa tren ini terjadi. Harga properti yang terus naik membuat tidak semua orang siap membeli rumah dalam waktu dekat. Di saat yang sama, gaya hidup masyarakat perkotaan juga berubah. Banyak keluarga muda, profesional, maupun pendatang di kota besar memilih menyewa karena lebih fleksibel, lebih praktis, dan tidak menuntut komitmen finansial sebesar membeli rumah.
Perubahan pola pikir itu menguntungkan pemilik properti. Rumah yang dulu hanya dipandang sebagai aset pasif kini dapat menjadi sumber pemasukan rutin, terutama jika berada di kawasan yang berkembang, dekat pusat aktivitas, dan memiliki lingkungan yang baik.
Bagi investor, situasi ini membuka peluang yang menarik. Sebab dalam bisnis properti sewa, lokasi dan kualitas produk menjadi dua penentu utama. Penyewa tidak hanya mencari atap, tetapi juga kenyamanan, lingkungan yang representatif, serta rumah yang layak dihuni tanpa banyak kompromi.
Karena itu, memilih produk investasi tak bisa sembarangan. Rumah sewa yang paling mudah terserap pasar biasanya adalah rumah di kawasan premium dengan desain modern, fasilitas kawasan lengkap, dan berada di lingkungan yang sudah memiliki daya tarik tersendiri.
Ilustrasi hunian Kyabin yang dikembangkan (bertingkat)
Potensi itulah yang membuat Kyabin di Cluster Patragriya Podomoro Park Bandung menarik untuk dilirik sebagai aset investasi. Berada di kawasan hunian eksklusif dengan lingkungan tertata, akses strategis, dan nama besar pengembang Agung Podomoro Land yang telah dikenal luas, Kyabin menawarkan produk properti yang bukan hanya nyaman untuk dihuni, tetapi juga memiliki daya tarik kuat di pasar sewa.
Kyabin pun menjadi semakin menarik untuk dilirik karena hunian ini adalah persembahan kolaborasi strategis bersama Shimizu Corporation, perusahaan konstruksi ternama asal Jepang. Ketika tren sewa rumah terus tumbuh, memiliki unit di lokasi seperti ini bukan lagi sekadar membeli rumah, melainkan menyiapkan aset yang berpotensi bekerja untuk menghasilkan.
Sumber Gambar Cover: Lifestylememory on Magnific