BACK TO NEWS
sumber cover: pch.vector
Saat mendengar kata "bermain", banyak orang menganggapnya sebagai aktivitas anak-anak. Padahal, bermain adalah kebutuhan setiap manusia, terlepas dari usia.
Di tengah kesibukan kerja, jadwal sekolah, dan waktu layar yang semakin tinggi, banyak keluarga justru semakin jarang memiliki waktu untuk bermain bersama. Inilah yang melatarbelakangi lahirnya International Day of Play atau Hari Bermain Sedunia, yang diperingati setiap tanggal 11 Juni.
Lebih dari sekadar perayaan, hari ini menjadi pengingat bahwa bermain berperan penting dalam membangun kebahagiaan, kesehatan mental, dan kualitas hidup.
International Day of Play ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 2024 untuk meningkatkan kesadaran global bahwa bermain adalah hak fundamental setiap anak.
Melalui peringatan ini, UNICEF dan berbagai organisasi dunia mendorong terciptanya lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung anak-anak untuk bermain, belajar, serta berkembang secara optimal.
Tema tahun ini, "Protect Play, Protect Childhood", menegaskan bahwa masa kecil yang sehat dimulai dari kesempatan untuk bermain secara bebas dan menyenangkan.
Menurut UNICEF, bermain membantu anak mengembangkan kreativitas, kemampuan sosial, kecerdasan emosional, hingga keterampilan memecahkan masalah.
Namun manfaatnya tidak berhenti pada anak-anak.
Bagi orang dewasa, bermain dan melakukan aktivitas rekreasi terbukti membantu mengurangi stres, memperkuat hubungan keluarga, serta menciptakan keseimbangan hidup yang lebih sehat.
Sayangnya, semakin banyak keluarga yang kesulitan menemukan ruang bermain yang aman dan nyaman.
Area publik yang terbatas, aktivitas digital yang mendominasi, hingga lingkungan yang kurang ramah keluarga membuat waktu bermain bersama semakin berkurang.
Akibatnya, banyak orang mulai menyadari bahwa kualitas hidup tidak hanya ditentukan oleh rumah yang nyaman, tetapi juga oleh lingkungan yang mendukung aktivitas keluarga.
Saat memilih tempat tinggal, banyak keluarga kini mempertimbangkan hal-hal yang dulu sering diabaikan:
Pertanyaan tersebut muncul karena masyarakat semakin memahami bahwa kebahagiaan sering lahir dari aktivitas sederhana yang dapat dilakukan setiap hari.
Bersepeda bersama anak, jogging di pagi hari, bermain di taman, atau sekadar berjalan santai bersama pasangan adalah aktivitas kecil yang memberikan dampak besar bagi kualitas hidup.
Saat mendengar kata "bermain", banyak orang menganggapnya sebagai aktivitas anak-anak. Padahal, bermain adalah kebutuhan setiap manusia, terlepas dari usia.
Di tengah kesibukan kerja, jadwal sekolah, dan waktu layar yang semakin tinggi, banyak keluarga justru semakin jarang memiliki waktu untuk bermain bersama. Inilah yang melatarbelakangi lahirnya International Day of Play atau Hari Bermain Sedunia, yang diperingati setiap tanggal 11 Juni.
Lebih dari sekadar perayaan, hari ini menjadi pengingat bahwa bermain berperan penting dalam membangun kebahagiaan, kesehatan mental, dan kualitas hidup.
International Day of Play ditetapkan oleh Majelis Umum PBB pada tahun 2024 untuk meningkatkan kesadaran global bahwa bermain adalah hak fundamental setiap anak.
Melalui peringatan ini, UNICEF dan berbagai organisasi dunia mendorong terciptanya lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung anak-anak untuk bermain, belajar, serta berkembang secara optimal.
Tema tahun ini, "Protect Play, Protect Childhood", menegaskan bahwa masa kecil yang sehat dimulai dari kesempatan untuk bermain secara bebas dan menyenangkan.
Menurut UNICEF, bermain membantu anak mengembangkan kreativitas, kemampuan sosial, kecerdasan emosional, hingga keterampilan memecahkan masalah.
Namun manfaatnya tidak berhenti pada anak-anak.
Bagi orang dewasa, bermain dan melakukan aktivitas rekreasi terbukti membantu mengurangi stres, memperkuat hubungan keluarga, serta menciptakan keseimbangan hidup yang lebih sehat.
Sayangnya, semakin banyak keluarga yang kesulitan menemukan ruang bermain yang aman dan nyaman.
Area publik yang terbatas, aktivitas digital yang mendominasi, hingga lingkungan yang kurang ramah keluarga membuat waktu bermain bersama semakin berkurang.
Akibatnya, banyak orang mulai menyadari bahwa kualitas hidup tidak hanya ditentukan oleh rumah yang nyaman, tetapi juga oleh lingkungan yang mendukung aktivitas keluarga.
Saat memilih tempat tinggal, banyak keluarga kini mempertimbangkan hal-hal yang dulu sering diabaikan:
Pertanyaan tersebut muncul karena masyarakat semakin memahami bahwa kebahagiaan sering lahir dari aktivitas sederhana yang dapat dilakukan setiap hari.
Bersepeda bersama anak, jogging di pagi hari, bermain di taman, atau sekadar berjalan santai bersama pasangan adalah aktivitas kecil yang memberikan dampak besar bagi kualitas hidup.
Nilai yang diangkat oleh International Day of Play sejalan dengan pentingnya menghadirkan lingkungan yang mendukung aktivitas dan kebersamaan keluarga.
Di Podomoro Park Bandung, berbagai fasilitas, taman bermain, area olahraga, dan ruang terbuka hijau dirancang agar penghuni dapat menikmati gaya hidup yang lebih aktif, sehat, dan seimbang.
Anak-anak memiliki ruang untuk bermain dan bereksplorasi. Orang tua memiliki area untuk berolahraga, bersantai, dan menikmati waktu berkualitas bersama keluarga.
Karena pada akhirnya, fasilitas bukan hanya pelengkap kawasan. Fasilitas adalah ruang yang memungkinkan terciptanya kebahagiaan dan kesejahteraan dalam kehidupan sehari-hari.
Sedang mencari hunian yang mendukung gaya hidup aktif dan kualitas hidup keluarga yang lebih baik?
Manfaatkan kesempatan memiliki hunian Free PPN 100% di Podomoro Park Bandung. Tersedia berbagai pilihan rumah siap huni mulai dari hunian 1 lantai, rumah 2 lantai untuk keluarga yang berkembang, ruko strategis untuk usaha, hingga unit fleksibel yang dapat dimanfaatkan sebagai kos-kosan untuk passive income.
Kunjungi Podomoro Park Bandung sekarang dan temukan hunian yang tidak hanya nyaman untuk ditinggali, tetapi juga menghadirkan ruang untuk tumbuh, bermain, dan menikmati hidup bersama keluarga.