Berita terbaru Podomoro Park Bandung  KEMBALI KE BERITA

Tahun 2021, Minat Traveler Kembali Ngantor di Bawah 10%

Masuk tahun 2021, dunia masih berkutat dengan pandemi virus Corona. Itu juga memengaruhi minat traveler untuk kembali ke kantor.

Di tengah kurva COVID-19 yang terus menanjak di Indonesia, baik pemerintah pusat hingga provinsi kembali mengetatkan aturan. Apabila DKI Jakarta mengambil rem darurat dengan melakukan PSBB ketat, Provinsi Jawa dan Bali juga serempak melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Jawa Bali mulai Senin (11/1/2021).

Dikutip dari detik.com, pemerintah memberlakukan sejumlah aturan, seperti pembatasan jumlah pekerja maksimal 25% di kantor (WFO) dan sisanya bekerja di rumah (WFH). Khususnya teruntuk sektor di luar 11 sektor utama.

Di luar itu, nyatanya minat traveler untuk kembali bekerja di kantor tahun 2021 ini bisa dibilang cukup rendah. Hal itu tertuang dalam Survei Agoda 'What Matters 2021'. Survei itu didasari dari data YouGov Singapore PTE Limited dengan jumlah total responden sebanyak 16.064. Pekerjaan lapangan dilakukan pada 10 - 16 Desember dan dilakukan secara online. Angka-angka tersebut telah dihitung dan merupakan perwakilan orang dewasa di masing-masing negara (usia 18 tahun ke atas).

"Lebih sedikit responden menantikan untuk kembali ke kantor di tahun 2021. Responden dari China (1,2%), Jepang (1,5%) dan Inggris (2%) memiliki proporsi terkecil dari mereka yang sudah ingin kembali bekerja di kantor," tulis surveinya seperti dilihat detikTravel.

Dari data tersebut terlihat betapa minimnya minat para traveler untuk kembali bekerja di kantor. Agaknya tak sedikit yang sudah terbiasa atau merasa nyaman dengan bekerja dari rumah (WFH).

Namun, sedikit berbeda dengan minat traveler dari sejumlah negara di Asia Tenggara. Traveler di sejumlah negara seperti Filipina dan Indonesia disebut sedikit lebih antusias untuk kembali bekerja ke kantor.

Sementara responden dari Filipina (9%), Vietnam (7%), dan Indonesia (7%) memiliki keinginan lebih besar untuk kembali bekerja di kantor. Kemudian, hampir satu dari dua responden Indonesia menantikan untuk melakukan hal-hal yang bermakna atau membuat perubahan (46%).

Responden Indonesia juga ingin menghabiskan lebih banyak waktu berkualitas dengan orang terkasih (21%) dan bisa bepergian tanpa hambatan (13%).

Semua kelompok umur responden Indonesia, kecuali yang berusia 55 tahun ke atas, ingin melakukan hal bermakna di tahun 2021. Sementara, responden Indonesia berusia 55 tahun ke atas, mereka lebih memilih menghabiskan waktu berkualitas dengan orang terkasih.

Hasil survei tersebut sejalan dengan kampanye rumah sehat dan pola hidup sehat yang ditawarkan kawasan hunian resort Podomoro Park Bandung. Anda bisa bekerja dengan nyaman di setiap sudut rumah, mulai dari ruang kerja, halaman depan, balkon, dan halaman belakang.

WFH indoor dan outdoor

Tak perlu khawatir pengap atau lembab, arsitektur setiap hunian resort Podomoro Park didesain dengan konsep breathable home. Setiap rumah memiliki bukaan ventilasi yang lebar untuk sirkulasi udara dan pencahayaan alami. Efeknya, udara segar terus mengisi ke setiap ruangan, hangat di musim hujan, dan sejuk di musim panas.

Suasana WFH outdoor di dalam kawasan pun tak kalah menyenangkan. Anda bisa WFH di taman yang dikelilingi bunga dan pepohonan rindang, WFH di gazebo tepi danau, atau seating area di camping ground pinggir danau.

Jika membutuhkan ruang kerja atau meeting yang eksklusif, Anda bisa memanfaatkan executive meeting lounge di private clubhouse. Ruang usaha yang prospektif di masa pandemi ini juga tersedia di area commercial district, yaitu shophouse The Plaza. Gedung berlantai tiga ini bisa digunakan untuk hunian sekaligus ruang komersial yang memungkinkan Anda bekerja dan bertempat tinggal di hunian yang sama. Plus alfresco yang luas di depan shophouse bisa menjadi extension area untuk bisnis Anda.

Kebayang dong betapa produktifnya WFH di kawasan hunian resort Podomoro Park Bandung. Segera bergabung, pilih unit terbaik, dapatkan diskon ratusan juta rupiah, dan promo kejutan lainnya.