KEMBALI KE TIPS
Prapaskah adalah masa persiapan rohani umat Kristiani menjelang perayaan Paskah. Dalam kalender liturgi Kristen, periode ini berlangsung selama 40 hari (tidak termasuk hari Minggu) dan menjadi waktu untuk berdoa, berpuasa, bertobat, serta memperdalam kehidupan iman sebagai bentuk persiapan menyambut kebangkitan Yesus Kristus.
Dasarnya merujuk pada kisah Yesus yang berpuasa dan berdoa selama 40 hari di padang gurun sebelum memulai pelayanan-Nya (Matius 4:1–11). Angka 40 juga melambangkan proses pemurnian dan perjalanan rohani, sebagaimana bangsa Israel mengembara selama 40 tahun sebelum memasuki Tanah Perjanjian.
Prapaskah diawali dengan Rabu Abu, saat umat menerima tanda abu berbentuk salib di dahi sebagai simbol pertobatan dan pengingat akan kefanaan manusia (Kejadian 3:19). Masa ini kemudian berpuncak pada Pekan Suci yang mencakup Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, dan Minggu Paskah yang merupakan perayaan kemenangan Kristus atas dosa dan kematian.
Lebih dari sekadar praktik lahiriah, Prapaskah mengajak umat untuk melakukan pembaharuan diri secara menyeluruh: menata kembali hati, memperbaiki relasi dengan sesama, serta memperdalam komitmen iman. Dengan demikian, masa ini menjadi perjalanan spiritual yang mempersiapkan umat menyambut Paskah dengan kesadaran dan penghayatan yang lebih utuh.
Dalam perjalanan reflektif seperti Prapaskah, suasana dan lingkungan turut berperan menghadirkan ketenangan yang dibutuhkan. Rumah yang nyaman, kawasan yang tenang, serta ruang yang mendukung kebersamaan keluarga dapat menjadi tempat terbaik untuk menata hati dan memperdalam makna iman.
Di Podomoro Park Bandung, setiap hunian dirancang bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi sebagai ruang yang menghadirkan keteduhan, kualitas hidup, dan momen kebersamaan yang lebih bermakna, selaras dengan semangat pembaruan dan harapan yang dibawa Paskah.
sumber referensi : https://journeywise.network/the-meaning-and-importance-of-the-season-of-lent/