BACK TO TIPS
Setiap hari, kita tidak pernah lepas dari sampah. Mulai dari sisa makanan, kulit buah dan sayuran, hingga daun dan rumput di sekitar rumah. Karena dianggap sudah tidak terpakai, sampah tersebut sering kali langsung dibuang. Padahal, sampah organik masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali. Secara umum, sampah terbagi menjadi sampah organik dan anorganik. Sampah anorganik seperti plastik, botol, dan kaleng memang lebih sering dikenal dapat didaur ulang. Namun, sampah organik juga dapat diolah menjadi berbagai produk yang bermanfaat, seperti kompos, pupuk organik, hingga pakan ternak.
Salah satu cara menarik untuk mengolah sampah organik adalah melalui budidaya maggot. Maggot dapat memanfaatkan bahan organik sebagai sumber makanan. Hasil dari proses ini kemudian dapat dimanfaatkan, salah satunya sebagai bahan pakan ternak. Dengan begitu, sampah tidak hanya berakhir sebagai limbah, tetapi dapat masuk kembali ke dalam siklus yang memberikan manfaat.
Lalu, apa yang bisa dilakukan dari rumah? Kebiasaan sederhana dapat menjadi langkah awal dalam mengelola sampah organik, seperti:
Pengelolaan sampah seperti ini juga diterapkan di Podomoro Park Bandung. Melalui TPST Padumukan Podomoro Lestari yang dikelola oleh PT FIT, sampah dari area hunian maupun komersial dikelola secara terpadu. Sampah organik dapat dimanfaatkan melalui budidaya maggot, sementara material anorganik yang masih memiliki potensi dapat diolah kembali menjadi produk bernilai guna, seperti paving block.
Pada akhirnya, menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan kecil di rumah. Karena sampah yang kita anggap tidak berguna ternyata masih bisa memiliki nilai ketika dikelola dengan cara yang tepat.