Berita terbaru Podomoro Park Bandung  BACK TO NEWS

Catat! Ini Dia Keutamaan Melaksanakan Shalat Tarawih di Bulan Ramadan

Bulan Ramadan adalah momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satu amalan utama yang sangat dianjurkan di bulan suci ini adalah Shalat Tarawih, yang termasuk dalam qiyamullail (menghidupkan malam dengan ibadah).

1. Shalat Sunnah yang Sangat Dianjurkan

Para ulama sepakat bahwa Shalat Tarawih merupakan sunnah muakkadah (sangat dianjurkan). Ia termasuk bagian dari qiyam Ramadan, yakni menghidupkan malam-malam Ramadan dengan shalat, doa, dan ibadah lainnya. Qiyam Ramadan disebut sebagai salah satu amalan paling agung yang mendekatkan seorang hamba kepada Allah di bulan yang penuh keberkahan ini.

Al-Hafidz Ibnu Rajab rahimahullah menjelaskan bahwa seorang mukmin di bulan Ramadan menjalani dua bentuk “jihad” sekaligus: jihad di siang hari dengan berpuasa, dan jihad di malam hari dengan menghidupkannya melalui qiyamullail. Siapa yang mampu menghimpun keduanya, maka baginya pahala yang sangat besar tanpa batas.

2. Diampuni Dosa-Dosa yang Telah Lalu

Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang melaksanakan qiyam Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

(HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759)

Makna “dengan iman” adalah meyakini sepenuhnya janji Allah atas pahala yang dijanjikan. Sedangkan “mengharap pahala” berarti melaksanakannya dengan ikhlas, tanpa riya atau tujuan selain mencari ridha Allah. Para ulama menjelaskan bahwa ampunan ini mencakup dosa-dosa kecil, dan menjadi sebab diringankannya dosa besar jika disertai taubat yang sungguh-sungguh.

3. Momentum Meraih Lailatul Qadar

Keutamaan Tarawih semakin besar ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadan. Pada fase inilah terdapat malam Lailatul Qadar, yang nilainya lebih baik dari seribu bulan (QS. Al-Qadar: 3).

Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan bahwa ketika memasuki sepuluh malam terakhir, Rasulullah SAW bersungguh-sungguh dalam ibadah, menghidupkan malamnya, dan membangunkan keluarganya. Ini menunjukkan anjuran untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah, termasuk Shalat Tarawih, di penghujung Ramadan.

4. Menghadirkan Ketenangan Batin

Mayoritas ulama, termasuk Imam Syafi’i, Abu Hanifah, Ahmad, dan sebagian Malikiyah, berpendapat bahwa Shalat Tarawih lebih utama dilaksanakan secara berjamaah di masjid, sebagaimana yang dicontohkan oleh Umar bin Khattab dan para sahabat.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang melaksanakan qiyam bersama imam hingga selesai, maka dicatat baginya pahala seperti qiyam satu malam penuh.”

(HR. Tirmidzi no. 806, dishahihkan Al-Albani)

Hadits ini menjadi motivasi besar bagi umat Islam untuk menjaga Tarawih berjamaah hingga imam menyelesaikan shalat.

Menjalankan Shalat Tarawih bukan sekadar rutinitas ibadah malam, tetapi kesempatan emas untuk meraih ampunan, pahala berlipat, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT di bulan yang penuh rahmat.

Bagi Anda dan keluarga yang ingin merasakan kekhusyukan Tarawih dalam lingkungan yang nyaman dan tertata, Shalat Tarawih dilaksanakan setiap hari ba’da Isya di Masjid Raya Al Azhar Podomoro Park dalam rangkaian “Ramadan di PoPark”.

Mari isi malam-malam Ramadan dengan ibadah yang lebih khusyuk dan bermakna bersama keluarga di Podomoro Park Bandung.

 

Whatsapp icon Mail Icon