Berita terbaru Podomoro Park Bandung  KEMBALI KE TIPS

Libur lebaran? Intip Potensi di Bandung Selatan, Si Calon Megapolitan

oleh Benawati Suardihan

Wisatawan yang bukan warga Bandung Raya (Kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Sumedang) mungkin akan fokus pada daerah wisatanya. Betul, Kawasan Bandung Selatan yang secara administratif masuk wilayah Kabupaten Bandung atau Kota Bandung bagian selatan memang mempunyai ragam wisata alam yang tersebar di beberapa daerah. Bahkan relatif menyuguhkan wisata yang lebih beragam dibandingkan kawasan utara Bandung Raya.

Kawasan Bandung Selatan menawarkan ragam wisata alam. Mulai dari hiking, menjelajah hamparan kebun teh, spring water, hingga menjajal adrenalin dengan melakukan rafting. Danau alami (situ) dan (waduk) yang dimanfaatkan juga untuk sektor pariwisata. Banyak wisata kuliner yang menyuguhkan makan siang dengan pemandangan waduk diatas rumah apung, hingga bermalam ala camping untuk terbangun dengan matahari terbit yang cahayanya memantul di permukaan danau. Salah satu wisata alam ikonik di wilayah Bandung Selatan tentu saja Kawah Putih. Danau belerang di ketinggian lebih dari 2000 mdpl ini terbentuk karena letusan Gunung Patuha. Keindahannya menarik sineas Indonesia pada era 2000-an lalu untuk menjadikan Kawah Putih sebagai lokasi syuting sebuah film layar lebar. Yang dampaknya membuat Kawasan Bandung Selatan mulai dikenal khalayak seluruh Indonesia sebagai salah satu daerah dengan potensi wisata mumpuni.  

“Menjelajah potensi ekonomi Bandung Selatan”

Sebagai penggerak ekonomi, sebetulnya bukan hanya potensi wisata saja yang memberikan kontribusi pada perkembangan ekonomi Bandung Selatan. Setidaknya, dalam satu dasawarsa terakhir, kawasan ini berkembang pesat. Mulai dari wilayah pemukiman yang tertata dan jadi primadona. Hingga mulai banyaknya perkantoran penggerak perekonomian yang berpindah ke kawasan ini. Potensi untuk menjadi pusat pendidikan baru di Bandung Raya juga semakin diperhitungkan. Secara geografis, kawasan Bandung Selatan yang cenderung datar dan masih luasnya lahan yang tersedia inilah yang membuat pembangunan di daerah ini lebih mudah dikembangkan. Tidak seperti kawasan Bandung Utara yang berkontur perbukitan dan lembah. Serta sebagian wilayahnya merupakan hutan lindung dan kawasan konservasi. Sehingga ruang gerak untuk dikembangkan menjadi lebih terbatas.

Potensi serba ada ini, juga didorong dan mendorong pengembangan infrastruktur yang terkoneksi ke sana – kemari. Tol Purbaleunyi dengan beberapa pintu tol di kawasan Bandung Selatan, Jalan Nasional Soekarno – Hatta dan Terusan Buah Batu yang diperlebar. Sejak awal diresmikan, infrastruktur tersebut membuat kawasan Bandung Selatan terkoneksi langsung setidaknya dengan wilayah Bandung Timur. Akses menuju pusat Kota Bandung dan Kawasan Bandung Utara juga semakin mudah. Pun, waktu tempuh menuju kawasan lain yang semakin efisien. Infrastruktur awal ini bisa dikatakan pendorong semakin berkembangnya kawasan Bandung Selatan. Utamanya tentu pada perkembangan properti. Meningkatnya jumlah properti yang ditawarkan Bandung Selatan, yang diikuti semakin banyaknya penduduk yang tinggal di kawasan tersebut. Mendorong kembali peningkatan infrastruktur baru agar daerah ini terus berkembang. Seperti berkejar – kejaran dalam lingkaran.

Tak ayal, pembangunan infrastruktur baru seperti tol Soroja yang mengoneksikan wilayah Soreang dengan berbagai wilayah Bandung Raya secara langsung. Semakin meningkatkan value kawasan Bandung Selatan sebagai primadona baru. Bahkan dilansir media nasional, setelah diresmikannya tol Soroja, kunjungan wisatawan ke daerah Bandung Selatan meningkat 20%. Belum lagi beberapa infrastruktur penunjang lain yang sedang dikerjakan. Seperti reaktivasi jalur kereta api lama yang mengarah ke Bandung Selatan. Proyek nasional kereta cepat yang melalui bagian selatan Bandung. Perencanaan pembangunan flyover untuk jalan arteri dalam kota yang juga mengarah ke arah selatan seperti flyover Buah Batu dan flyover Kopo. Pembangunan jalan tol dalam Kota Bandung/Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR). Hingga jalan lintas cepat yang mengarah ke Ciwidey, Banjaran, Majalaya dan daerah potensial lain di Bandung Selatan. Infrastruktur tersebut direncanakan terlaksana dalam waktu dekat untuk mengakomodir kebutuhan kawasan Bandung Selatan menjadi lebih tertib lalu lintasnya, terkoneksi dengan daerah lainnya dan waktu tempuh yang terpangkas menjadi lebih singkat. Pun, untuk memenuhi kebutuhan transportasi umum warga kawasan Bandung Selatan. Terutama untuk para komuter yang setiap hari bekerja di kawasan pusat Kota Bandung.

Tak hanya itu, pembangunan infrastruktur non transportasi di kawasan Bandung Selatan seperti Solid Waste Management, hingga Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Bandung Raya juga menjadi prioritas. Fasilitas umum pun banyak dibangun di kawasan ini. Contohnya Stadion Gede Bage serta mesjid Al - Jabbar di kawasan Gedebage. Hal ini menunjukkan kawasan Bandung Selatan akan semakin pesat berkembang menjadi kawasan megapolitan area pada tahun 2045.

Membaca potensi, segera berinvestasi!

Setelah menilisik berbagai potensi yang dimiliki, rasanya memulai berinvestasi pada kawasan ini sedini mungkin akan menjadi investasi jangka panjang yang baik. Bukan hal yang baru, jika kawasan yang berpotensi berkembang cepat, apalagi direncanakan sebagai kawasan megapolitan akan cepat pula kenaikan lahan atau berbagai properti yang ditawarkan. Termasuk kawasan terintegrasi Bandung Podomoro Park, jika sudah selesai 100% pembangunannya bukan tak mungkin break even point  berinvestasi di kawasan ini akan tercapai sebelum waktu yang direncanakan.  Bandung Selatan si Calon Megapolitan, sedang menunggu calon penghuninya berinvestasi dari sekarang. Yuk!